Make your own free website on Tripod.com

dipisolo.tripod.com

 

MENYOAL TIM EKONOMI KABINET INDONESIA BERSATU

Oleh: Drs. Djoko Purwanto, MBA

 

Seiring dengan telah dilantiknya Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Yusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia keenam pada tanggal 20 Oktober 2004 yang lalu, maka untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia kita memiliki presiden dan wakil presiden yang dipilih secara langsung oleh masyarakat Indonesia yang telah memiliki hak pilih dalam pilpres putaran kedua. Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah Warga Negara Indonesia yang memiliki hak pilih, namun tidak menggunakan hak pilih mereka dalam pilpres putaran kedua tersebut karena suatu alasan politis tertentu.

Yang menarik untuk diamati dalam proses pelantikan presiden dan wakil presiden baru di Gedung DPR-RI tersebut adalah munculnya hujan interupsi dan kehadiran sejumlah tamu pejabat Negara dari berbagai Negara, seperti PM Australia John Howard, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, PM Timor Leste Marie Alkatiri, Sultan Brunei Hasan Bolkiah, PM Singapura Lie Hsiong Liong sebagai suatu bentuk respek dan dukungan mereka terhadap proses pemilihan presiden dan wakil presiden yang telah berlangsung secara demokratis, aman dan lancar. Sementara itu, banyak kalangan menyayangkan tuan rumah mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan mantan Wakil Presiden Hamzah Haz karena suatu alasan tertentu tidak bisa hadir dalam pelantikan presiden dan wakil presiden yang baru untuk masa bhakti 2004 - 2009. Andaikata beliau hadir dalam moment penting itu, maka semakin menambah manisnya proses demokrasi yang tengah berjalan di negeri ini. Meskipun demikian, pada akhirnya proses pelantikan presiden dan wakil presiden yang baru tersebut dapat berlangsung dengan lancar.

Sehari pascapelantikan presiden dan wakil presiden baru untuk masa bhakti 2004 – 2009, tepatnya tanggal 21 Oktober 2004 sekitar jam 23.30 wib akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan susunan kabinetnya yang diberi nama “Kabinet Indonesia Bersatu” yang berjumlah 36 menteri terdiri atas 3 menteri koordinator, 20 menteri yang membawahi departemen, 10 menteri nondepartemen, dan 3 pejabat setingkat menteri.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pengumuman susunan kabinet direncanakan akan diumumkan bersamaan dengan acara pelantikan presiden dan wakil presiden pada tanggal 20 Oktober 2004 jam 20..00 wib. Namun, juru bicara presiden ternyata mengumumkan penundaan waktu pengumuman susunan cabinet menjadi pukul 23.00 wib. Masyarakat memang harus berlatih bersabar untuk menunggu siapa saja yang akan duduk dalam kursi panas cabinet yang baru. Meskipun agak molor lagi, akhirnya susunan cabinet yang baru diumumkan juga pada pukul 23.30 wib.

Sejumlah menteri wajah lama dan wajah baru menghiasi susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Sejumlah menteri pada Kabinet Gotong Royong masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri – Hamzah Haz masuk dalam jajaran kabinet baru seperti: Menlu Hasan Wirayudha, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menristek Hatta Rajasa, dan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Disamping itu, muncul sejumlah menteri wajah lama yang duduk pada masa pemerintahan sebelumnya, seperti Juwono Sudarsono, Fahmi Idris, Bambang Sudibyo, dan Alwi Shihab. Sedangkan lainnya merupakan menteri wajah-wajah baru dari kalangan professional maupun politisi.

Kabinet Indonesia Bersatu yang diisi oleh kombinasi dari kalangan professional dan politisi tersebut diharapkan mampu memberikan angin segar bagi suatu perubahan yang lebih baik dari sebelumnya, sebagaimana janji yang sering diucapkan dalam berbagai kesempatan pada kampanye pilpres sebelumnya. Sehingga, tugas berat yang diemban oleh pemerintahan yang baru yang didukung oleh kabinet yang ada diharapkan mampu mengubah janji menjadi sebuah karya nyata. Oleh karenanya, kini saatnya masyarakat mulai menunggu bagaimana pemerintahan yang baru mampu mengambil suatu kebijakan yang dapat mengubah janji-janji yang pernah disampaikan pada masa kampanye pilpres menjadi sebuah kenyataan yang benar-benar dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, adil, makmur dan sejahtera.

Sekali lagi, bukanlah tugas yang ringan bagi pemerintahan yang baru dalam mengatasi masalah dan mewujudkan segudang harapan-harapan baru bagi masyarakat mulai dari bagaimana mengatasi masalah pemberantasan KKN, membengkaknya jumlah pengangguran dan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, lemahnya investasi, mendorong sector riil, perlindungan bagi buruh dan petani, mahalnya dunia pendidikan, masalah lingkungan, ancaman separatis, otonomi daerah, dan masalah keamanan pada umumnya.

Oleh karenanya, adalah wajar manakala presiden dan wakil presiden yang baru meminta dukungan pada semua pihak untuk ikut bersama-sama memikirkan nasib bangsa ini kedepan agar menjadi lebih baik, lebih adil, makmur dan sejahtera. Kita memang membutuhkan sebuah kebersamaan yang tulus. “Bersama Kita Bisa”, begitulah slogan atau semboyan yang sering muncul dalam berbagai layanan iklan presiden dan wakil presiden terpilih ketika masa kampanye pilpres putaran pertama dan kedua beberapa waktu yang lalu.

 

Tim Ekonomi KIB

Dengan telah dilantiknya para menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu, termasuk tim ekonomi KIB, maka diharapkan presiden dan wakil presiden memiliki kekuatan dan kemampuan dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi bangsa ini yang cukup rumit dan kompleks. Dalam jangka pendek ini, tim ekonomi KIB segera memprioritaskan penanganan terhadap penyediaan kebutuhan pokok masyarakat pada saat menjelang hari-hari besar lebaran, natal, dan tahun baru. Pemerintahan yang baru harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan merayakan hari-hari besar keagamaan mereka. Disamping itu, tim ekonomi KIB dalam jangka pendek perlu memprioritas peninjauan ulang atau revisi APBN 2005 seiring dengan perubahan ekonomi global yang ada saat ini, termasuk melonjaknya harga minyak mentah dunia yang sudah mencapai 55,50 US dolar per barel. Bahkan para analis perminyakan dunia memprediksikan harga minyak mentah bisa mendekati 60 US dolar per barel. Hal ini didasarkan pada semakin menipisnya cadangan minyak di Amerika Serikat dan semakin meningkatnya perekonomian di China. Melonjaknya harga minyak dunia saat ini jelas akan membebani anggaran yang ada dan berakibat pada pembengkakan subsidi BBM. Oleh karenanya, sudah selayaknya pembengkakan subsidi BBM menjadi prioritas penanganannya. Permasalahan lain yang juga perlu penanganan segera adalah masalah utang. Sebagaimana kita ketahui bahwa permasalahan utang di negeri ini bukan saja utang luar negeri tetapi juga utang dalam negeri yang jumlahnya cukup besar. Kalau kita cermati dalam RAPBN 2005 jumlah bunga utang dalam dan luar negeri sekitar Rp. 64 triliun atau sekitar 60,6 persen dari alokasi anggaran.

Tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi oleh kalangan professional diharapkan mampu memberikan angin segar bagi proses percepatan pemulihan ekonomi pasca krisis multidimensi. Dalam hal ini, Menko Perekonomian memiliki peran strategis dalam mendorong munculnya kebijakan-kebijakan strategis yang akan diambil oleh menteri-menteri bidang ekonomi lainnya, antara lain: menteri perdagangan, menteri perindustrian, menteri keuangan, menteri energi dan sumber daya mineral, menteri kehutanan, menteri kelautan dan perikanan, menteri perhubungan, menteri pekerjaan umum, menteri koperasi dan UKM, menneg BUMN, dan menneg PPN/Bappenas.

Mengingat jumlah menteri yang harus dikoordinasikan cukup banyak, maka peran koordinasi menjadi sangat penting. Jangan sampai suatu kebijakan yang akan diambil oleh seorang menteri bidang ekonomi berbenturan dengan yang lain. Pengalaman masa lalu yang kurang baik dalam hal koordinasi antar menteri hendaknya menjadi pelajaran yang sangat berharga dan dapat diambil hikmahnya bagi para menteri dalam KIB. Soliditas antar menteri bidang ekonomi akan menentukan berhasil tidaknya tim ekonomi membawa perubahan yang lebih baik sebagaimana yang sangat diharapkan dan dirindukan oleh masyarakat.

Seusai pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu, maka dapat kita lihat sejumlah menteri yang tergabung dalam tim ekonomi memberikan pernyataan singkat yang berkaitan dengan apa yang akan mereka lakukan kedepan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Berikut ini dapat kita rangkum sejumlah pernyataan menteri-menteri ekonomi yang berkaitan dengan tugas mereka kedepan dari berbagai media cetak dan elektronik yang ada, antara lain:

Ř      Menko Perekonomian Aburizal Bakrie seusai pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu menyatakan bahwa ada lima prioritas penting yang akan dilakukan antara lain: pertanian, strategi industri, pembangunan ekonomi domestic, pembangunan infrastruktur, dan kebijakan energi. Apa yang disampaikan tersebut nampak masih bersifat umum dan perlu pendalaman lebih lanjut, sehingga mampu diaplikasikan di lapangan dengan baik. Disamping kelima prioritas tersebut, yang juga tak kalah pentingnya adalah melakukan renegosiasi atas utang luar negeri.

Ř      Menteri Keuangan Yusuf Anwar dalam program kerjanya akan memfokuskan pada masalah penanganan utang luar negeri yaitu dengan melakukan memperbesar jumlah pertukaran utang dengan program kegiatan (debt swap), pengembalian utang yang belum digunakan pemerintah, serta pengembalian commitment fee atas pinjaman yang belum digunakan.

Ř      Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani akan memfokuskan pada perbaikan iklim investasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa investasi mutlak diperlukan bagi mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Laju pertumbuhan ekonomi yang ada selama ini masih memungkinkan dipercepat hingga 6 persen, manakala iklim investasi mengalami perubahan yang signifikan. Laju pertumbuhan ekonomi selama ini lebih banyak didorong dari aspek konsumsi, sementara dari sisi investasi relative kurang diperhatikan. Oleh karena itu, saatnya pemerintahan yang baru memperhatikan dengan sungguh-sungguh iklim investasi yang ada. Pemberian rasa aman, kepastian hokum, dan masalah regulasi merupakan beberapa factor penting yang perlu diperhatikan dalam mendorong tumbuh berkembangnya iklim investasi di tanah air.

Ř      Menteri Kehutanan MS Kaban akan memfokuskan pada penanganan masalah illegal logging (penebangan kayu liar), penanganan masalah lahan kritis, dan peningkatan investasi di sektor kehutanan. Termasuk yang tidak kalah pentingnya masalah kebakaran hutan kita yang sering terjadi setiap tahun yang membawa kerugian luar biasa bagi kekayaan hutan kita.

Ř      Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberry akan memfokuskan pada pembangunan perikanan budidaya dan mengendalikan perikanan tangkap, termasuk bagaimana menjaga kelestarian dan keasrian aneka ikan langka, tanaman hias dan tumbuhan laut yang tersebar di tanah air.

Ř      Menteri Perhubungan Hatta Rajasa akan memfokuskan pada peningkatan pelayanan public, dan program jangka pendek yang harus segera ditangani adalah masalah pengelolaan angkutan lebaran, natal dan tahun baru dan pemberdayaan pelayaran nasional yang hingga kini belum optimal.

Ř      Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Keuangan dan DPR untuk membahas revisi atas asumsi dasar harga minyak mentah dalam APBN 2005 yang ditetapkan sebesar 24 US dolar per barel, sementara saat ini harga minyak mentah dunia sudah mencapai 55,50 US dolar per barel.

Ř      Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja akan memfokuskan pada penguatan struktur industri di Indonesia dari hulu sampai ke hilir. Salah satu program yang akan dilakukan adalah melakukan review atas peraturan perundang-undangan baik di lingkungan Departemen Perindustrian maupun diluar Departemen Perindustrian yang menghambat laju pertumbuhan industri.

Ř      Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu akan memfokuskan pada bagaimana meningkatkan daya saing produk ekspor, melalui peningkatan produktifitas produk. Disamping itu juga masalah ketentuan-ketentuan yang memberatkan pelaku usaha dan masalah prasarana akan menjadi prioritas penanganannya.

Ř      Menteri Negara BUMN Sugiarto akan memfokuskan pada evaluasi program menteri sebelumnya dengan tetap mengacu pada tiga  pilar utama, yaitu:  resrukturisasi, profitisasi, dan privatisasi.

 

Reaksi pelaku pasar

Bagaimana reaksi para pelaku pasar atas terbentuknya tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu? Reaksi yang muncul di kalangan para pelaku pasar ada yang menyambut baik (optimis), namun juga ada juga yang meragukan (optimis) terbentuknya tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Meskipun di masyarakat muncul pro-kontra atas tim ekonomi KIB, namun perlu dipahami bahwa itulah dinamika masyarakat yang patut kita hargai dan kita junjung tinggi. Tentu saja mereka berharap agar mereka yang duduk dalam tim ekonomi Kabinet tersebut mampu menunjukkan kinerja terbaiknya, mengingat banyak yang melakukan control/pengawasan terhadap mreka.

Belum lagi tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu mempersiapkan apa program kerja yang akan dilakukan untuk masa bhakti lima tahun kedepan, muncul kecenderungan para pelaku pasar dan analisis bereaksi relative kurang menguntungkan atas pengumuman susunan Kabinet Indonesia Baru, khususnya tim ekonominya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada saat pelantikan presiden dan wakil presiden tanggal 20 Oktober 2004, reaksi para pelaku pasar uang cenderung kurang menguntungkan hal ini mengingat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengalami penurunan sekitar 12,602 poin hingga ditutp pada 840,791 poin. Sementara itu, rupiah ditutup sedikit melemah pada angka Rp. 9.085,- per US dolar sehari sebelumnya pada posisi Rp. 9.080,- per US dolar.

Selanjutnya, pada saat pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu diumumkan, IHSG di BEJ kembali merosot 16,196 poin hingga menjadi 834,169 poin. Sementara, rupiah juga mengalami nasib yang sama yaitu melemah menjadi Rp. 9.130,- per US dolar dimana sebelumnya mencapai Rp. 9.085,- per US dolar.

Namun, reaksi  pasar yang cenderung kurang menguntungkan tersebut nampaknya tidak berlangsung lama. Hal ini mengingat dua hari pasca pelantikan presiden dan wakil presiden IHSG di BEJ mengalami penguatan cukup signifikan hingga 16,605 poin dan ditutup pada posisi 850,774 poin. Sementara itu, kurs rupiah juga mengalami sedikit penguatan hingga mencapai Rp.9.070,- per US dolar pada Jumat 22 Oktober 2004. Semakin menguatnya IHSG maupun kurs rupiah mengindikasikan bahwa para pelaku pasar mulai menampakkan kepercayaan pada keseriusan pemerintahan yang baru dalam mengusung perubahan yang lebih baik bagi masyarakat pada umumnya. 

Reaksi pasar yang relative kurang menguntungkan pada saat pelantikan presiden dan wakil presiden serta pelantikan anggota Kabinet tersebut mengindikasikan adanya keraguan para pelaku pasar uang terhadap komposisi tim ekonomi KIB tersebut. Nampaknya para pelaku pasar masih belum yakin benar (mantap) atas sejumlah nama yang muncul dalam tim ekonomi KIB. Oleh karena, selama ini para pelaku pasar mengindikasikan ada sejumlah nama yang duduk dalam tim ekonomi KIB dipermasalahkan bahkan ada yang terang-terangan ditolak oleh salah satu partai pendukungnya, seperti: masalah penyelesaian BLBI yang belum beres, masalah kedekatan dengan dana moneter Internasional (IMF), maupun. diragukan kapabilitsnya karena nyaris tak terdengar sepak terjangnya dalam percaturan nasional.

Reaksi para pelaku pasar uang yang cenderung kurang menguntungkan ini hendaknya menjadi cambuk yang sangat berharga bagi pemerintahan yang baru dibawah komando Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Yusuf Kalla untuk membuktikan reaksi tersebut dengan bukti nyata dan kerja keras. Adalah sangat tepat tatkala presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan pada pelantikan dan sumpah jabatan bagi anggota Kabinet Indonesia Bersatu secara tegas menyatakan bahwa adanya kesangsian dan keraguan terhadap Kabinet Indonesia Bersatu hendaknya dijadikan sebagai pemicu dan tantangan bagi para menteri untuk bekerja lebih keras. Kesangsian dari sebagian rakyat tak perlu dijawab dengan kata-kata, tetapi dijawab dengan kerja dan karya nyata.

Oleh karena itu, alangkah manisnya kini saatnya masyarakat memberikan kesempatan yang sebaik-baiknya bagi anggota Kabinet dalam mempersiapkan program kerjanya untuk masa bhakti lima tahun. Namun, masyarakat juga sebaiknya berpartisipasi dalam memberikan dorongan yang positif sekaligus melakukan pemantauan atas kinerja pemerintahan yang baru termasuk anggota Kabinet Indonesia Bersatu, agar apa yang pernah dijanjikan masa kampanye pilpres putaran pertama dan kedua dapat menjadi sebuah kenyataan. Kini saatnya masyarakat menagih janji dengan bukti. Semoga!

@@@

Penulis:

Drs. Djoko Purwanto, MBA

Dosen Fakultas Ekonomi dan

Program Magister Manajemen UNS Surakarta